- Diposting oleh : Salafy Tasikmalaya
- pada tanggal : Januari 24, 2026
Termasuk Lemahnya Keimanan
Sedikit mengulas sabda Rasulullah ﷺ, yang dibawakan oleh sahabat mulia Abu Sa'id Al-Khudry radhiyallahu 'anhu:
Dan memuji manusia atas rizki yang Allah ﷻ berikan kepadamu melalui perantara mereka.
Dan kamu mencela (berkeluh kesah) karena sesuatu yang belum diberikan Allah ﷻ kepadamu.
Ingat! Sesungguhnya rezeki Allah ﷻ tidak bisa diperoleh dengan kesungguhan orang yang tamak, dan tidak pula dapat digagalkan dengan kebencian orang yang tidak menyukai-mu”.
Secara jelas nash (teks dalil) di atas menyebutkan beberapa kriteria yang menjadi indikator lemahnya keimanan seseorang:
Orang yang seperti ini keadaannya, maka telah hilang tawakal-nya dan melemah keimanannya. Padahal Allah ﷻ adalah Dzat Yang Maha Mampu atas segalanya dan Maha Mendengar setiap lirih pinta hamba-hamba-Nya ﷻ, seandainya mereka mau meminta hanya kepada-Nya ﷻ.
Renungan
Di akhir hadits, Nabi ﷺ menegaskan agar kita menyadari bahwa rezeki setiap hamba sudah diatur dan dicatat.
Maka, mintalah segalanya kepada Dzat yang telah mencatat takdir setiap hamba. Apa yang sudah ditetapkan menjadi bagian-mu pasti akan sampai dan tak akan ada yang mampu merebutnya. Begitupun apa yang tidak ditetapkan menjadi bagian-mu pasti tidak akan datang, walau bagaimanapun dirimu berusaha tuk meraihnya.